Nisan Bung Karno Dipindah Pkl 00.00
Posted by detik pos dot net Warta 15.13.00
BLITAR, DETIKPOS.net - Menjelang kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Blitar, batu nisan makam Proklamator Bung Karno dipindah. Prosesi pemindahan dimulai pas tengah malam pukul 00.00 WIB dan baru selesai menjelang fajar, Selasa Pahing (30/3).Pemindahan nisan mendiang Presiden pertama RI Ir Soekarno sempat membuat warga sekitar kompleks makam cemas. Makam Bung Karno berada satu kompleks dengan Perpustakaan Nasional Bung Karno di Jl Ir Soekarno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Dituturkan salah satu warga Bendogerit, Yani, 50, warga bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di Makam Bung Karno tengah malam. Warga tidak diberi tahu sebelumnya kalau ada pemindahan nisan. Warga berjaga-jaga karena takut yang dipindah adalah makam Bung Karno yang telah menjadi ikon Kota Blitar. Kenyataannya yang dipindah hanya batu nisan. Itu pun hanya digeser sejauh 1 meter dari pusara Bung Karno.
“Kami bertanya-tanya ada apa kok tengah malam batu nisan Makam Bung Karno dipindah, apa benar hanya dipindah jangan-jangan makamnya yang dipindah,” ujar Yitno pada Surya yang melihat langsung proses pengangkatan dan pemindahan batu nisan dari luar tembok makam.
Keberadaan Makam Bung Karno di Kota Blitar selama ini memang memberikan keuntungan besar, bagi warga sekitar dan pemerintah daerah. Banyak warga membuka usaha, berupa kios berdagang berbagai macam suvenir, kerajinan, dan oleh-oleh khas Blitar di sekitar makam. Kota Blitar juga menjadi tujuan objek wisata sejarah. Apalagi di sana juga terdapat Perpustakaan Nasional.
Batu nisan Bung Karno terbuat dari marmer hitam, berbentuk oval dengan diameter sekitar 2 meter. Untuk mengangkatnya digunakan sedikitnya empat dongkrak dengan kekuatan masing-masing 5 ton. Sedangkan proses penggeseran dilakukan oleh sekitar 10 pekerja, menggunakan tumpuan balok kayu.
Beberapa warga yang coba masuk dan bertanya pada petugas penjaga Makam Bung Karno, dilarang dan tidak diberi tahu apa yang terjadi. Hampir setiap warga yang melintas di depan makam berhenti, karena melihat lampu di atas joglo pusara Makam Bung Karno menyala terang. Sekilas dari tepi jalan, melalui lubang pagar tembok makam bisa terlihat aktivitas yang dianggap warga mencurigakan tersebut. Apalagi, sejak Senin (29/3), hiruk pikuk aparat keamanan kepolisian dan TNI terlihat di wilayah Kabupaten dan Kota Blitar, menjelang kedatangan Presiden SBY di Blitar. Warga pun mengaitkan, apakah ada hubungannya kedatangan Presiden SBY ke Blitar, dengan pemindahan batu nisan Makam Bung Karno.
Presiden SBY dijadwalkan tiba di Blitar, Selasa (30/3) sekitar pukul 18.30 WIB, dari Malang dan bermalam di hotel Tugu Sri Lestari. Pagi ini, Rabu (31/3) sekitar pukul 08.00 WIB, SBY meneruskan perjalanan ke Tulungagung meninjau peternakan Kambing Etawa di Desa Karangsono, Kecamatan Ngunut.
Keresahan warga sekitar makam ternyata sampai ke Ketua DPRD Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar. Ketika dihubungi dini hari itu juga, ia mengaku menerima laporan dari warga mengenai pemindahan batu nisan makam Bung Karno. “Saya sendiri juga tidak mendapat pemberitahuan, seharusnya pengerjaan itu jangan dilakukan malam hari. Agar masyarakat tidak bertanya-tanya, serta punya pikiran yang macam-macam,” kata Samanhudi.
Meskipun masih ada keluarga Bung Karno, menurut Samanhudi apa pun yang dilakukan terhadap makam tetap harus ada pemberitahuan sebelumnya. Supaya tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat Blitar. “Apalagi Makam Bung Karno sudah menjadi bagian dari warga Kota Blitar, kalau ada apa-apa masyarakat pasti akan bergolak,” tandasnya.
Saat ditanya untuk apa batu nisan Makam Bung Karno dipindah, Samanhudi mengaku tidak tahu pasti. Ketua Majelis Pelestarian Ajaran Bung Karno (MPABK) Bambang Gunawan juga menyesalkan pemindahan atau penggeseran batu nisan makam Bung Karno tersebut, apalagi jika alasannya tidak jelas. “Saya menduga ini berkaitan dengan mistik, bukan nilai-nilai sejarah. Karena batu nisan yang sudah tertanam kuat, kenapa dipindah?,” ungkap Bambang.
Bambang menilai, meski hanya menggeser batu nisan makam Bung Karno, sejarah juga akan berubah. “Padahal, tidak bisa semena-mena mengubah sejarah, karena Bung Karno milik bangsa bukan perorangan,” tegasnya.
Bahkan juru kunci Makam Bung Karno, Suwanto ketika ditanya pada Selasa siang mengaku tidak tahu siapa yang memindah batu nisan sejauh 1 meter ke arah utara. Dirinya baru tahu kalau batu nisan digeser 1 meter setelah melihat ada bentangan karpet merah dan 2 buah guci tepat di lokasi batu nisan sebelumnya. “Saya tidak tahu mengenai pemindahan batu nisan ini, karena memang tidak ada pemberitahuan siapa yang memindahkan dan untuk tujuan apa,” paparnya.
Perintah Megawati
Secara terpisah anggota FPDIP DPR RI Theodorus Jacob Koekerits yang terlihat hadir saat pemindahan batu nisan makam Bung Karno, ditemui di sela-sela kunjungannya ke DPC PDIP Kabupaten Blitar mengatakan bahwa pemindahan tersebut atas keinginan keluarga, yakni putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri. “Pemindahan sejauh 1 meter ke utara tersebut, memang atas keinginan Ibu Megawati,” papar Ondos sapaan Theodorus.
Mewakili sang ibu, putra kedua Megawati, Prananda Prabowo, hadir menyaksikan pemindahan nisan. [sy/ris]
Blog Berita Hari Ini Indonesia Terkini






























