DETIKPOS.net - DPRD Provinsi Kepulauan Riau menduga ada rekayasa dan kesengajaan sehingga
hasil tes penerimaan calon pegawai negeri Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang bermasalah.
"Saya melihat ini bukan kesalahan semata, tmelainkan patut diduga ada kesengajaan dan rekayasa," kata Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Nur Syafriadi yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu (25/12/2010).
Nur mengatakan, menemukan beberapa dugaan kecurangan penerimaan
CPNS setelah hasil tes diumumkan pada Jumat (24/12).
"Kami meminta masyarakat segera melaporkan ke DPRD untuk ditindaklanjuti," harapnya.
DPRD menurut dia akan segera memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk meminta klarifikasi terhadap temuan-temuan dugaan kecurangan tersebut.
"Kami akan segera panggil BKD untuk dimintai penjelasan," ujarnya.
Penelusuran wartawan ANTARA, terdapat tiga jenis dugaan kecurangan dalam penerimaan CPNS di Pemprov Kepri yang diumumkan kelulusannya pada Jumat (24/12).
Pertama, nama Ummi Pratiwi yang diketahui lahir di Tanjungpinang 21 September 1979 dinyatakan lulus di Pemprov Kepri dan Kota Tanjungpinang untuk formasi dokter gigi. Padahal waktu pelaksanaan ujian bersamaan pada Sabtu (11/12), pukul 08.30 WIB sampai 10.30 WIB.
Kedua, peserta atas nama Syarifah Syarifani Aulia dinyatakan lulus di Pemkot Tanjungpinang untuk formasi pengawas keselamatan pelayaran, padahal yang bersangkutan mengikuti ujian di Pemrov Kepri.
Ketiga, terdapat 12 formasi jabatan di Pemprov Kepri yang melebihi kuota saat pengumuman penerimaan dengan jumlah yang dinyatakan lulus untuk jadi CPNS. Seperti, untuk formasi dokter umum penerimaan untuk 6 orang, sedangkan yang dinyatakan lulus 8 orang.
Formasi perawat untuk lulusan S1 penerimaan 4 orang, yang dinyatakan lulus sebanyak 5 orang. Formasi perawat untuk lulusan D-III kebutuhan sebanyak 29 orang, namun yang dinyatakan lulus sebanyak 32 orang.
"Saya terkejut dan pusing mengapa anak saya Syarifah Syarifani Aulia dinyatakan lulus di Pemkot Tanjungpinang, padahal dia ujian di Pemprov Kepri," kata orang tua Syarifah, Said Robert.
Ketua Rumpun Melayu Bersatu (RMB) Kepri tersebut sampai bersumpah bahwa tidak pernah meminta "bantuan" agar anaknya lulus di Pemkot Tanjungpinang walaupun ujian di Pemprov Kepri.
"Berarti administrasi panitia ujian ada yang tidak beres," katanya.
Ditambahkan dia, anaknya memang lulus tes administrasi di Pemkot Tanjungpinang dan Pemprov Kepri, namun pada saat ujian tertulis hanya ikut di Pemprov Kepri karena waktu pelaksanaan ujian bersamaan.
Ujian ulangSalah seorang peserta ujian, Ahmad mengatakan ujian CPNS di Kepri maupun kota Tanjungpinang agar diulang karena banyaknya temuan-temuan dugaan rekayasa dan kecurangan.
"Kami meminta ujian CPNS diulang, karena merugikan peserta lain dan menghilangkan haknya," ujar Ahmad.
Dia juga mengatakan, banyak indikasi kolusi, korupsi dan nepotisme dalam penerimaan pegawai di dua daerah itu.
"Kami juga menduga ada praktik jual beli untuk menjadi CPNS," katanya.
Selain itu, Ahmad juga meminta BKD masing-masing daerah memberikan penjelasan kepada publik mengenai temuan-temuan dugaan kecurangan itu. [
berita8/ris]
Blog Berita Indonesia